Ketika Kampus dan Perkantoran di Jakarta Ramai-Ramai Kenakan Baju Adat di Hari Kartini

 


Mahasiswa dan Dosen merayakan hari kartini dengan memakai pakaian tradisional. Sumber foto: Edelweis



Jakarta – Nuansa semarak terlihat di kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), Jakarta, pada Senin (21/4). Dalam rangka memperingati Hari Kartini, mahasiswa, dosen, serta staf kampus mengenakan baju adat dari berbagai daerah, dengan kebaya dan batik menjadi pilihan utama. Hal ini menghadirkan suasana penuh warna dan kebanggaan akan budaya Indonesia.


Hari Kartini, yang diperingati setiap 21 April, adalah momen untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan di Indonesia. Kartini dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam perjuangan emansipasi wanita, yang membuka jalan bagi pendidikan dan kebebasan bagi perempuan di Indonesia. Peringatan Hari Kartini menjadi ajang untuk terus meneguhkan semangat emansipasi dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

Berbagai jenis pakaian adat, terutama kebaya dan batik dari berbagai daerah, tampak dikenakan dengan anggun oleh sivitas akademika Polimedia. Tak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap R.A. Kartini, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat identitas budaya di lingkungan kampus.



“Saya merasa bangga bisa mengenakan pakaian adat di Hari Kartini. Ini bukan hanya tentang tampil beda, tapi juga mengingatkan kita akan perjuangan perempuan Indonesia dan pentingnya menjaga budaya,” ujar Putri, mahasiswi jurusan Desain Grafis.




Suasana di kampus Polimedia begitu hidup dengan warna-warni pakaian adat yang dikenakan. Mahasiswa dan dosen tampak berbincang dengan hangat, memamerkan keindahan pakaian tradisional masing-masing. Di tengah-tengah keramaian, terlihat sekelompok mahasiswa yang berfoto bersama di bawah pohon besar, mengenakan busana adat yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.


Sementara itu, di sejumlah perkantoran Jakarta, seperti di kawasan Kuningan dan Sudirman, suasana serupa juga terlihat. Di stasiun-stasiun yang ramai, banyak pegawai yang mengenakan kebaya dan batik. Orang-orang dengan pakaian adat terlihat melintas di platform, menciptakan warna dan suasana yang khas. Beberapa dari mereka bahkan tampak berhenti sejenak untuk berfoto bersama, sambil berdiskusi ringan tentang peran perempuan di dunia kerja. Momen tersebut memperlihatkan betapa semangat Hari Kartini tidak hanya diperingati di ruang-ruang formal, tetapi juga menjangkau keseharian masyarakat Jakarta yang sibuk.


Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momen untuk menegaskan bahwa semangat emansipasi tak pernah padam, dan budaya tetap bisa hidup berdampingan dengan dunia modern baik di lingkungan akad Oemik maupun profesional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blok M Jadi Surganya Jajanan Viral, Ini 10 Menu Unik yang Bikin Ketagihan

Liburan Seru di Taman Mini Indonesia Indah: Wisata Edukatif dan Bermain untuk Keluarga

KEMACETAN di SEKITAR STASIUN MANGGARAI MAKIN PARAH AKIBAT PEMBANGUNAN LRT