INKA Uji Coba KRL CLI-225 di Jabodetabek, Target Operasi Pertengahan 2025
Jakarta, 29 April 2025 — PT Industri Kereta Api (INKA) resmi memulai uji coba rangkaian kereta rel listrik (KRL) buatan dalam negeri dengan seri CLI-225 1001 di lintas Jabodetabek. Uji coba ini menjadi langkah penting menuju pengoperasian penuh KRL produksi lokal yang dirancang untuk melayani rute komuter, menggantikan sebagian armada bekas impor yang saat ini masih digunakan.
Rangkaian CLI-225 merupakan prototipe pertama hasil pengembangan INKA di Madiun, Jawa Timur. Kereta ini dirancang khusus untuk kebutuhan perjalanan jarak dekat hingga menengah, dengan sistem kelistrikan canggih, kabin ergonomis, serta kapasitas angkut penumpang yang tinggi. Uji coba dilakukan sejak akhir April di sejumlah jalur utama, termasuk lintas Manggarai, Depok, dan Bogor.
“Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa teknis KRL, termasuk sistem pengereman, kestabilan laju, efisiensi energi, serta kompatibilitas dengan sistem persinyalan yang digunakan di Jabodetabek,” ujar salah satu teknisi penguji dari INKA saat ditemui di Stasiun Depok.
Kereta yang diuji belum membawa penumpang karena masih dalam tahap pengujian non-komersial. Meski begitu, pihak INKA memastikan bahwa seluruh komponen rangkaian telah melewati pengujian internal di pabrik sebelum masuk ke tahap uji lintas. Rangkaian ini juga dilengkapi sistem informasi penumpang digital, CCTV, dan fitur keselamatan yang sesuai dengan standar transportasi perkotaan.
Dalam jangka menengah, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menargetkan agar Indonesia dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor KRL bekas, khususnya dari Jepang. INKA CLI-225 menjadi salah satu langkah nyata menuju swasembada transportasi massal berbasis rel.
“Kalau uji coba berjalan lancar dan seluruh sertifikasi dari regulator terpenuhi, maka kereta ini bisa mulai melayani penumpang pada pertengahan 2025,” kata perwakilan INKA.
Selain meningkatkan kapasitas layanan, pengoperasian KRL lokal ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing sektor manufaktur nasional di bidang perkeretaapian.

Komentar
Posting Komentar