Festival Buku TIM 2025 Surga Literasi Dengan Harga Bersahabat

Deretan buku tertata rapi di area Festival Buku dan Literasi 2025 di Taman Ismail Marzuki. 

Jakarta kembali merayakan semangat membaca lewat gelaran Book & Literature Festival 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM). Diselenggarakan sejak 14 April hingga 14 Mei 2025, acara ini tak hanya menawarkan ribuan buku dengan harga murah, tapi juga menghadirkan suasana yang menghidupkan kembali kecintaan pada literasi. Ribuan pengunjung dari berbagai latar belakang datang silih berganti, mencari buku, pengalaman, dan mungkin juga sedikit nostalgia.

Sejak hari pertama dibuka, festival ini langsung dipadati pengunjung. Salah satu magnet utamanya adalah harga buku yang sangat terjangkau. Hampir semua penerbit yang berpartisipasi memberikan diskon besar, bahkan ada yang mencapai 80 persen.


Harga yang ditawarkan sangat variatif, menyesuaikan dengan jenis dan edisi buku:


  • Rp10.000 – Rp25.000: Buku cerita anak, komik lokal, dan novel ringan dari penerbit indie.


  • Rp35.000 – Rp65.000: Kumpulan cerpen, novel remaja, dan literatur populer.


  • Rp70.000 – Rp130.000: Buku esai, sejarah, filsafat, dan kritik sosial.


  • Hingga Rp170.000: Edisi hardcover, buku langka, atau cetakan terbatas.



Dengan rentang harga tersebut, banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk membeli satu atau dua buku, tapi membawa pulang hingga satu tas penuh.


Reza Fahlevi, mahasiswa Sastra Indonesia yang datang dari Depok, mengaku senang bisa berburu buku favoritnya di acara ini. Ia berhasil mendapatkan dua novel karya Pramoedya Ananta Toer dan satu buku pemikiran Jacques Derrida yang selama ini hanya bisa ia lihat di rak toko buku besar.


“Biasanya cuma bisa lihat-lihat doang, karena harganya bisa seratus ribuan lebih. Tapi di sini saya dapet buku itu cuma tujuh puluh ribu, masih segel pula. Saya langsung beli tanpa mikir dua kali,” ujar Reza sambil memamerkan tas belanjaannya.


Tak hanya pengunjung yang antusias, para penjaga toko buku pun turut merasakan dampaknya. Salah satunya Arif Munandar, staf dari salah satu penerbit independen yang ikut serta di festival ini. Ia menyebutkan bahwa minat baca masyarakat ternyata jauh lebih besar dari yang selama ini diasumsikan asal akses dan harga bersahabat.


“Sehari bisa laku sampai 200 buku. Yang paling dicari biasanya novel dan buku filsafat ringan. Buku-buku yang dulu susah laku, sekarang malah dicari-cari,” kata Arif, yang sudah tiga tahun ikut berbagai bazar buku di Jakarta.


Arif juga menilai penyelenggaraan acara tahun ini jauh lebih rapi dan nyaman dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Penataannya oke, AC-nya adem, ada tempat duduk juga. Jadi pengunjung nggak buru-buru, bisa milih buku dengan santai. Itu bikin mereka betah dan akhirnya beli lebih banyak.”


Menurutnya, festival seperti ini bukan hanya ajang jualan buku, tapi juga jadi momen pertemuan antara pembaca dan penjual yang selama ini hanya terhubung lewat etalase online.


Festival ini diselenggarakan di Co-Working Space lantai 3, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki. Lokasinya strategis, mudah dijangkau dengan kendaraan umum, dan menyatu dengan kompleks seni-budaya yang sudah melegenda di Jakarta. Tak heran, banyak pengunjung yang datang sekaligus untuk berwisata budaya.


Penyelenggaraan festival ini merupakan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta dengan Jakarta Propertindo (Jakpro) dan lebih dari 30 penerbit nasional dan independen. Dukungan juga datang dari media massa seperti Tempo, Kompas, dan Antara, yang turut menghadirkan diskusi publik dan peluncuran buku selama festival berlangsung.


Selain penerbit, komunitas literasi dan sukarelawan pendidikan juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas pendamping acara, mulai dari kurasi buku hingga pelibatan relawan penjaga stan.


Bagi yang belum sempat datang, jangan khawatir. Festival ini masih berlangsung hingga 14 Mei 2025. Berikut informasi lengkapnya:


Tanggal pelaksanaan: 14 April – 14 Mei 2025


Jam buka:


  • Senin – Kamis: 09.00 – 16.00 WIB


  • Jumat – Minggu: 09.00 – 20.00 WIB



Lokasi: Co-Working Space Lantai 3, Gedung Ali Sadikin – TIM, Jakarta


Tiket masuk: Gratis


Book & Literature Festival TIM 2025 bukan sekadar ajang cuci gudang buku. Ia adalah ruang hidup bagi dunia literasi Jakarta tempat orang bertemu, berbagi cerita, dan menemukan kembali cinta mereka pada bacaan. Dari pelajar hingga pekerja, dari pembaca pemula hingga penikmat buku filsafat, semua merasa mendapat tempat di antara rak-rak buku yang ditata dengan cinta.


Bagi kamu yang belum sempat datang, masih ada waktu. Siapa tahu buku yang sudah lama kamu cari ada di sini dengan harga yang tak terbayangkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blok M Jadi Surganya Jajanan Viral, Ini 10 Menu Unik yang Bikin Ketagihan

Liburan Seru di Taman Mini Indonesia Indah: Wisata Edukatif dan Bermain untuk Keluarga

KEMACETAN di SEKITAR STASIUN MANGGARAI MAKIN PARAH AKIBAT PEMBANGUNAN LRT