Drama Tahunan Dimulai: Lalu Lintas Lumpuh, Pemudik Bertahan di Kemacetan
Kemacetan panjang terjadi di Gerbang Tol Jakarta-Cikampek pada 18 Maret 2025. Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean akibat lonjakan pemudik yang berangkat lebih awal menjelang Lebaran. Sumber: kompas.com
Jakarta, 18 Maret 2025 – Kemacetan panjang mulai terjadi di sejumlah jalur utama menjelang Lebaran. Ribuan pemudik yang berangkat lebih awal justru terjebak dalam antrean kendaraan yang mengular di berbagai titik. Tol Jakarta-Cikampek dan jalur Pantura menjadi dua titik kepadatan utama sejak Selasa pagi.
Lonjakan volume kendaraan menjadi pemicu utama kemacetan ini. Berdasarkan data dari Jasa Marga, terjadi peningkatan jumlah kendaraan hingga 40% dibandingkan hari biasa. Kendaraan pribadi mendominasi jalur mudik, diikuti oleh bus antarkota dan sepeda motor.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Budi Santoso, kepadatan ini terjadi karena banyak pemudik yang ingin menghindari puncak arus mudik dengan berangkat lebih awal.
“Ironisnya, keputusan ini justru memicu kemacetan lebih cepat. Ditambah lagi, ada beberapa titik perbaikan jalan yang mempersempit jalur,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer. Banyak pemudik terpaksa menempuh perjalanan jauh lebih lama dari biasanya.
Rina (34), seorang pemudik asal Jakarta yang hendak menuju Semarang, mengaku sudah terjebak di jalan selama lebih dari tujuh jam.
“Saya berangkat pagi supaya tidak kena macet, tapi ternyata tetap padat. Jalanan benar-benar penuh, terutama di daerah Karawang dan sebelum masuk Tol Cipali. Biasanya perjalanan hanya enam jam, tapi ini belum sampai separuh jalan,” ujarnya.
Selain kendaraan pribadi, pengendara sepeda motor juga menghadapi kesulitan. Wahyu (28), seorang pemudik asal Bekasi yang hendak ke Purwokerto, mengatakan bahwa perjalanan terasa lebih berat karena harus berdesak-desakan dengan kendaraan lain.
“Macet di mana-mana, saya sampai harus sering berhenti untuk istirahat. Debu dan panas bikin perjalanan makin berat. Saya sudah delapan jam di jalan, padahal biasanya hanya butuh lima jam,” keluhnya.
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian telah menerapkan sistem contraflow di beberapa titik Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, jalur alternatif juga disarankan bagi pemudik agar tidak terjebak di titik-titik kepadatan utama.
Hingga malam ini, arus kendaraan masih padat di sejumlah titik. Diperkirakan kepadatan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan semakin banyaknya warga yang pulang kampung untuk merayakan Lebaran.
Pihak berwenang mengimbau pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan matang. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, pemudik juga disarankan membawa perbekalan yang cukup dan memanfaatkan aplikasi pemantau lalu lintas untuk mencari jalur yang lebih lancar.
“Lebih baik istirahat dulu daripada memaksakan perjalanan dalam kondisi lelah. Mudik itu perjalanan panjang, utamakan keselamatan,” kata Budi Santoso.
Kemacetan tahunan ini menjadi ujian kesabaran bagi para pemudik. Meski melelahkan, perjalanan ini tetap dilakukan demi bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Komentar
Posting Komentar